Lokasi Anda saat ini adalah:Tembaga Mulia Semanan > Lifestyle
Wawali menerima KKLDN Studi Wilhan Pasis Dikreg LVII Seskoad TA 2019
Tembaga Mulia Semanan2025-03-22 07:49:06【Lifestyle】0rakyat jam tangan
Perkenalanmabar55Menyediakan konten berita menarik dalam dan luar negeri yang komprehensif,Selasa siang, 23 Juli 2019 bertempat di ruang Sadewa, Kompleks Balaikota, Timoho Wakil Walikota Yogy pagoda 88
Selasa siang,pagoda 88 23 Juli 2019 bertempat di ruang Sadewa, Kompleks Balaikota, Timoho Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi menerima KKLDN Studi Wilhan Pasis Dikreg LVII Seskoad TA 2019. Kol Kav. Rahyanto Edi Yunianto menyampaikan bahwa rombongan terdiri dari 16 orang pasis dan satu diantaranya berasal dari Negara lain. Dalam kesempatan ini didampingi 4 orang pendamping dan Komandan Kodim 0734 Yogya, Letkol Inf Wiyata S Aji. Pasis ingin mengetahui bagaimana kebijakan dan strategi Pemerintah Kota Yogyakarta dalam mengantisipasi Potensi konflik yang muncul akibat Pemilu serentak 2019.
Heroe Poerwadi menyampaikan ucapan selamat datang di Kota Toleransi Yogyakarta, Kota Budaya. Kota Wisata dan berbagai predikat yang disandang lainnya. Pada tahun 2018 yang lalu Pemkot menerima penghargaan sebagai Kota Tolerasi, sebuah penghargaan atas upaya membangun kehidupan kebangsaan yang beragam agama, kepercayaan, suku, ras dan golongan. Keberagaman tersebut menjadi sebuah jaring pemersatu yang terikat erat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Kota Yogyakarta, dimana masyarakatnya saling bergotong royong, saling menghormati, saling mengisi dan saling bersinergi satu sama lainnya. Hal tersebut bisa kita lihat dari berbagai warisan seni, budaya yang ada di Kota Yogyakarta, dari sisi seni kita bisa lihat perkembangan seni musik gamelan yang dalam beberapa gending atau iringan tari menggunakan tambur yang merupakan kolaborasi seni tradisonal dengan modern, juga adanya tari golek menak yang dipengaruhi oleh perkembangan islam di tanah jawa, ada wayang potehi yang bersinggungan dengan budaya cina, ada wayang wahyu yang bersinggungan dengan agama nasrani, sehingga dapatlah dikatakan bahwa budaya jawa menampung, menyerap budaya lain yang kemudian diaptasikan menjadi sebuah inovasi budaya yang hidup dan berkembang seiring dengan tantangan zaman.
Pemilu Legislatif yang bersifat ideologis dan Pilpres yang bersifat rasional dilaksanakan bersamaan dengan durasi waktu kampanye yang berbulan-bulan menjadikan pertarungan ideologis rasionalis di masyarakat yang membuat haru biru masyarakat. Di Kota Yogyakarta kawasan ideologis telah dipetakan dan komunikasi dalam Forkominda maupun silaturahmi dengan tokoh agama, tokoh partai piolitik, tokoh masyarakat baik formal maupun non formal dilaksanakan sejak awal sehingga haru biru akibat Pemilu serentak bisa diantisipasi sejak dini. Dukungan TNI – Polri melalui struktur berjenjang dan jaringan intelejennya membuat kami di Forkominda bisa mendeteksi berbagai kemungkinan dan membuat kebijakan antisipasinya. Alhamdulillah kami berhasil merajut dan membingkai warga Kota Yogyakarta dalam Kesatuan dan Persatuan untuk lebih berkiprah membangun Yogyakarta Istimewa. Dialog berlangsung seru dan antusias terlebih adanya empat Pasis yang menyampaikan pertanyaan. Acara diakhiri dengan penyerahan cinderamata dan foto bersama.
Di Penghujung Heroe Poerwadi bertutur, bahwa Pager mangkok lebih kuat dari pager tembok yang dapat dimaknai dengan membangun komunikasi ke lingkungan melalui mangkok atau makanan akan lebih efektif dibandingkan membangun pagar tembok mengelilingi rumah. (ant)
Besar!(662)
Artikel sebelumnya: Demangan Siap Wujudkan Jogja Aman dan Nyaman
Artikel selanjutnya: ASN Muda Agen Perubahan KORPRI Reborn
Berita terkait
- Pj Walikota Lantik Empat Kepala Sekolah dan Tiga Pengawas di Kota Yogya
- Program Padat Karya Kurangi Pengangguran dan Aktifkan Kegotongroyongan
- Heroe Ajak Masyarakat Waspada dan Disiplin Prokes
- Pemkot Yogya Terbitkan Perwal Jam Malam Anak
- 502 Calon jema’ah Haji Yogyakarta Pamitan di Balai Kota Yogyakarta
- Inovasi Pemkot Yogya Dipelajari Pemprov Kalsel
- Optimalkan Danais dan APBD Kota Untuk Pembangunan Kampung
- Wawali Pantau Kegiatan Natal di Gereja Kotabaru
- Ribuan Anak Ikuti Gebyar Paud
- Panen Sayur Kampung Notoprajan Penuhi Kebutuhan Gizi Warga
Berita hangat
Rekomendasi berita
Beri Ruang Berekspresi Kaum Difabel Lewat Pesta Gambar
Pemkot Yogya Beri Penghargaan Wajib Pajak Daerah
Menikmati Wajah Baru Malioboro Kota Yogyakarta
Pemkot Yogya-Kabupaten Padang Pariaman Jalin Kerja Sama
Launching Relawan Hijau dan Panen Jagung Manis Kelurahan Tahunan
Muhammadiyah Cetak Kader-kader Bangsa
Wawali Minta Perangkat Wilayah Rutin Kontrol Warganya
Pemkot Yogya-KPK Komitmen Cegah Potensi Korupsi Perizinan